9 Tanda Kecemasan Berlebih pada Remaja, Orang Tua Perlu Waspada

6 days ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Kecemasan berlebih berbeda dengan gugup biasa. Gugup hanya datang sesaat sementara kecemasan berlebih cenderung muncul terus-menerus, sulit dikendalikan, dan disertai gejala fisik maupun emosional.

Dokter spesialis kedokteran jiwa/psikiater Eduardo Renaldo dari RS EMC Tangerang, mengatakan setidaknya ada sembilan tanda kecemasan berlebih pada remaja yang perlu diwaspadai, yakni:

  1. Sulit berkonsentrasi karena kekhawatiran
  2. Mudah tegang, gelisah atau panik
  3. Merasa hilang kendali atas dirinya
  4. Ketakutan berlebih sesuatu yang buruk akan terjadi
  5. Sering merasa mudah lelah dan kehilangan semangat
  6. Menarik diri dari lingkungan sosial
  7. Gangguan tidur (sulit tidur atau tidur berlebih)
  8. Keluhan fisik seperti sakit kepala atau sakit perut tanpa sebab jelas
  9. Munculnya pikiran menyakiti atau membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Beberapa remaja mungkin kesulitan mengungkapkan perasaannya secara langsung. Oleh karena itu, penting mengenali tanda-tanda kecemasan berlebih,” kata Eduardo mengutip laman EMC, Senin (26/1/2026).

Eduardo menjelaskan, cemas adalah emosi yang wajar dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk remaja. Perasaan ini biasanya muncul saat menghadapi situasi baru di lingkungan, ujian, atau tantangan sosial dalam pergaulan.

Namun, kecemasan menjadi masalah ketika muncul secara berlebihan dan berkepanjangan, terutama ketika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari serta hubungan dengan orang lain, baik dalam lingkungan pertemanan maupun keluarga.

“Penting untuk memahami perbedaan antara rasa gugup sesaat dan kecemasan berlebih pada remaja, karena kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental, prestasi akademik, hingga hubungan sosial.”

Masa remaja sendiri merupakan fase yang rentan terhadap kecemasan karena adanya perubahan fisik, emosional, dan sosial yang terjadi secara bersamaan.

Gugup sesaat biasanya muncul dalam situasi tertentu, seperti presentasi di kelas atau bertemu orang baru, dan akan mereda setelah situasi tersebut berlalu. Sementara itu, kecemasan berlebih cenderung muncul terus-menerus, sulit dikendalikan, dan disertai gejala fisik maupun emosional.

“Jika rasa cemas membuat remaja sulit berkonsentrasi, mudah panik, atau menghindari aktivitas yang sebelumnya bisa dilakukan dengan baik, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih serius,” kata Eduardo.

Penyebab Kecemasan Berlebih pada Remaja

Lanjut baca

Ada berbagai faktor yang dapat memicu kecemasan berlebih pada remaja, baik dari dalam diri maupun lingkungan sekitar, yakni: Perubahan Hormon dan Perkembangan Otak Perubahan hormon selama masa pubertas memengaruhi emosi dan cara remaja merespons stres. Di sisi lain, perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang khususnya antara kemampuan mengenali emosi dan mengontrolnya membuat remaja lebih rentan mengalami kesulitan dalam mengelola emosi secara stabil. Paparan Media Sosial dan Perbandingan Diri Media sosial sering mendorong remaja membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan kecemasan, terutama jika remaja merasa tidak cukup baik karena ketakutan terisolasi atau kehilangan status sosial. Tekanan Akademik dan Tuntutan Sosial Tuntutan untuk berprestasi di sekolah, menghadapi ujian, serta keinginan untuk diterima dalam lingkungan pertemanan dapat menjadi sumber stres yang memicu kecemasan. Ekspektasi dari Lingkungan Sekitar Tekanan dari orang tua, guru, atau lingkungan misalnya tingginya hukuman dan minimnya pujian dapat menciptakan suasana yang tidak aman bagi remaja. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan psikologis, menurunkan rasa percaya diri, serta menghambat perkembangan emosi yang sehat. Dalam atmosfer seperti ini, remaja menjadi lebih rentan mengalami kecemasan, kesulitan mengekspresikan diri, serta hambatan dalam menjalin dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.  

Read Entire Article