Mengenal Tahap Perkembangan Psikologis Anak Usia Nol hingga 5 Tahun, Peran Ortu Jadi Kunci

5 days ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Psikolog Novi Ernilawati menjelaskan tahap perkembangan psikologi atau psikis anak dari usia nol hingga lima tahun.

Dia mengutip tahapan perkembangan menurut psikoanalis anak terkemuka Erik Erikson, yang membagi tahap perkembangan psikis anak sebagai berikut:

Usia 0-18 Bulan

Pada usia 0-18 bulan anak mulai membangun kepercayaan dan ketidakpercayaan. Anak mengembangkan harapan dan rasa percaya saat lingkungan menyediakan kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian.

“Kurangnya hal-hal tersebut dapat mengembangkan ketidakpercayaan,” kata Novi mengutip keterangan pers BKKBN Ambon, Maluku, Senin (26/1/2026).

Usia 18 Bulan-3 Tahun

Memasuki usia 18 Bulan hingga tiga tahun merupakan fase otonomi dan rasa malu. Pada fase ini, orang tua perlu mengajari anak untuk melakukan sendiri hal-hal yang bisa dilakukan, seperti makan dan memakai baju, untuk menumbuhkan tekad dan kemandirian. 

“Jika tidak diajarkan kontrol diri dan mandiri, akan muncul rasa malu, ragu pada diri sendiri, dan rendah diri,” jelas Novi.

Usia 30-5 Tahun

Fase berikutnya adalah munculnya inisiatif dan rasa bersalah, yakni usia tiga hingga lima tahun. Di usia ini anak belajar menyeimbangkan kemampuan dan tujuannya, dan orang tua perlu memberi kesempatan anak untuk berinisiatif. 

“Lingkungan sosial yang kurang mendukung dapat membuat anak kurang inisiatif dan menumbuhkan rasa bersalah,” kata Novi.

Faktor Pembentuk Perkembangan Individu

Novi menambahkan, Bronfenbrenner pada teori sistem ekologinya menegaskan bahwa perkembangan individu adalah hasil kombinasi kompleks dari berbagai hal, termasuk:

  • Pengalaman pribadi
  • Hubungan sosial
  • Struktur sosial
  • Budaya
  • Waktu.

Teori ini membagi lingkungan menjadi beberapa sistem, yakni:

  • Microsystem (orang tua, guru, pertemanan)
  • Mesosystem (hubungan antara dua mikrosistem, misalnya hubungan orang tua dengan guru, pihak keluarga dengan pihak sekolah).
  • Exosystem (tempat kerja, orang tua, media massa, tetangga)
  • Macrosystem (kekuatan budaya, kebijakan publik, sistem hukum)
  • Chronosystem (sejarah dan trauma antargenerasi)

“Semua sistem ini saling terkait hingga akhirnya membentuk individu.”

Pastikan Anak Berkembang di Ruang Aman

Orang tua perlu menciptakan ruang aman ketika anak menjajaki setiap tahap psikologisnya, kata Novi. Tujuannya, agar anak dapat belajar, bermain, dan berkembang tanpa rasa takut atau tekanan.

Hal ini penting karena membantu anak merasa dihargai dan dicintai, melindungi dari risiko kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan mendukung perkembangan mental dan emosional yang sehat. Anak yang tumbuh di ruang tidak aman bisa menjadi anak yang rentan.

“Kita harus memberikan ruang aman anak yang meliputi keamanan fisik (bebas dari ancaman bahaya), keamanan emosional (bebas mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi), dan keamanan sosial (hubungan suportif tanpa diskriminasi atau tekanan).”

“Ruang aman ini dapat dibangun dengan cara memberikan perhatian penuh saat anak berbicara,  menetapkan batasan yang sehat, dan mengajarkan rasa hormat,” jelasnya.

Makanan Saja Tak Cukup Bikin Anak Tumbuh dengan Baik

Anak bukan hanya tumbuh karena makanan dan pendidikan tetapi juga karena kasih sayang, dukungan dan lingkungan yang sehat, lanjut Novi.

"Mari, kita ciptakan lingkungan yang aman untuk bertumbuh bersama mereka, menciptakan individu yang sehat jiwa raganya menuju masa depan yang lebih baik," ajak Novi.

Tugas menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup yang pembelajarannya dilakukan terus menerus hingga akhir hayat.

“Titik-titik yang dilalui anaklah yang membentuk dirinya di masa depan. Proses ini sangat membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat. Lingkungan yang positif dan suportif akan memperkuat fondasi karakter anak,” pungkasnya.

Read Entire Article